Senin, 23 Juni 2014

Keretaku sayang, Keretaku malang


Sudah sedikit membaiknya kereta yang tersedia di JABODETABEK . Dengan jadwal kereta yang ditambah lumayan tidak membuang-buang waktu untuk lama-lama menunggu .
Entah pergerakan yang masih setengah-setengah dari pihak PT.KAI atau Pemerintah yang tidak terlalu menggubris dengan apa yang dibutuhkan rakyatnya mengenai kereta yang layak pakai.
Saya sebagai pengguna kereta api merasa belum puas dengan fasilitas kereta api yang lumayan agak berubah. Harus mengadu kesiapa lagi untuk kenyamanan para pengguna kereta api?
Dengarkanlah hai Presiden PT.KAI, hai Presidenku Indonesia, kami masih tersiksa, kami masih tidak bisa nyaman dengan perubahan yang bentuknya masih belum jelas seperti ini. Tengoklah kami para rakyatmu yang masih harus berdesak-desakan di dalam kereta api, kami yang masih harus rebutan oksigen disaat kereta api tidak menyalakan AC atau kipas angin, bahkan tak ada udara sedikitpun yang bisa kami terima.
Kami belum mampu utk membeli mobil mewah seperti para pejabat kaya, apa harus kami semua mengikuti jejak para narapidana KPK untuk korupsi agar bisa membeli mobil mewah dan tidak naik kereta api lagi ?
Bukan kami tidak merasa sabar, bukan kami ingin gerutu setiap waktu, posisikan lah kalian wahai pemerintahku diposisi kami saat ini .


STRUK PEMBAYARAN

 Kereta api saat ini selalu menggunakan struk untuk tanda bukti penambahan saldo atau pembelian tiket kereta api.
Memang bagus niat tersebut untuk mengadakan seperti itu , tapi tidak pernah terfikir bagaimana dampak buruk dari struk tersebut.
Seringkali saya memperhatikan tidak kepedulian yang ada disetiap para pengguna kereta, yang membuang struk itu secara sembarang bahkan secara sengaja , buat apa tempat sampah diadakan kalau tidak dipergunakan ?
Haruskah kami selalu menegur orang-orang yang sering menyepelekan hal kecil tersebut? Dimulai dari satu sampah , dua sampah, tiga sampah , bahkan ribuan jutaan ratus juta nantinya yang akan numpuk di negri ini bila terus bertambahnya orang yang tidak punya kepedulian .Mau jadi negara apa kita hai saudara setanah air?
Puaskah kalian mendengar kalau negara kita dikenal sebagai negara penuh sampah ?
Perubahan itu takkan bisa terjadi bila bukan dari kesadaran diri sendiri , siapa yang akan mengingatkan kita kalau bukan sesama .
Kenapa tidak ada pergerakannya sih Negara ini utk mendendakan setiap warga yang membuang sampah sembarangan . Bahkan kalau bisa diberi sanksi , agar menimbulkan efek jera terhadap kelakuannya .

Gerakanlah pemerintahku , ini demi negara dan rakyat mu yang kau pimpin~

Acara-acara tidak bermutu

SINETRON BASI-


Dulu gue demen sama sinetron. Iya, zaman gue SMP gue suka nemenin eyang nonton sinetron di TV. Tapi sebagian sinetron zaman sekarang sudah nggak seperti dulu lagi. Gue pernah ngikutin beberapa sinetron zaman sekarang. Dan kesimpulan yang gue dapat adalah, cerita sinetron itu "disetir" oleh rating. 

Maksudnya gini, ada sinetron yang bikin gue tertarik buat nonton nih ya.. Baru jalan kira-kira sebulan, tuh sinetron tamat dengan cara yang super maksa. Kalo nggak salah, ceritanya tentang seorang Preman yang bandel, dan dipaksa ortu buat masuk pesantren. Gue kira ceritanya bakal keren, soalnya tuh preman masih suka ngelakuin hal-hal jail di pesantren. Eh, baru juga jalan beberapa episode, si Preman nikah sama anak yang punya pesantren. Tamat deh. Setelah gue perhatiin, iklan di sinetron itu emang dikit banget. Yang menandakan kalo rating sinetron itu sangat rendah. Mungkin itu penyebab sinetron tadi di-cut gitu aja sama produser.

Ada juga sinetron ibu-ibu yang ceritanya sangat menjijikan. Ciri-ciri sinetron yang ceritanya basi tuh kayak apa? Kayak gini:

- Salah satu tokoh dalam cerita itu bisa hidup dan mati kapan aja tanpa bantuan Dragon Ball
- Tokoh-tokoh dalam cerita itu bisa ngomong tanpa menggerakkan bibir.
- Rebutan harta yang dimiliki oleh seorang milyarder bego yang gampang diguna-guna.
- Editing video seadanya. Pake visual effect yang maksa. Misal:
*Efek naga terbang yang gambarnya masih sekasar gambar gameboy.
*Editor videonya terlalu males nyisipin voice over, sehingga talent yang lagi acting nelpon, kudu sengaja ngulang ucapan orang di seberang telepon biar penonton paham mereka lagi ngobrolin apa.


Selain itu, yang bikin gue bete adalah nonton sinetron yang diawali dengan flash-back episode sebelumnya selama 15 menit, lalu diikuti iklan selama 15 menit, terus dilanjutin dengan cerita yang di-slowmotion, terus ditutup dengan iklan panjang dan adegan kentang dengan diakhiri tulisan 'Bersambung'.

Anehnya, sinetron dengan cerita semacam ini malah laris manis dan dapet rating yang tinggi, sehingga episodenya bisa panjaaaang banget. Gue ampe inget, dulu ada sinetron yang dari zaman tokoh utamanya belum menstruasi, episodenya masih lanjut terus sampe akhirnya si tokoh utamanya jadi janda di dunia nyata.

Calon Presiden Terbaik Indonesia

Saat kita berbicara tentang calon presiden terbaik Indonesia tahun 2014-2015 maka nama purnawirawan TNI Prabowo Subiyanto layak dilanching di jagad Indonesia. Mengapa prabowo subiyanto bisa dianggap sebagai calon presiden terbaik Indonesia di masa yang akan datang? Ada banyak alasan yang menjadi dasar pendapat pribadi penulis. Dalam hal ini penulis bukanlah seorang yang ahli dalam bidang politik, tapi memang sangat tertarik dengan dunia politik demi kemajuan bangsa dan negara. Penulis juga tidak dibayar untuk menuliskan tetang artikel dengan judul Prabowo Subiyanto Calon Presiden Terbaik Indonesia. Semua uraian dalam artikel ini murni inisiatif sendiri dan bentuk simpati kepada Bapak Prabowo Subiyanto.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarno Puteri, yang dulu pernah menjadi pasangan politiknya dalam pencalonan presiden pada tahun 2009,prabowo subiyanto memang lebioh layak menjadi calon presiden Indonesia daripada sekedar menjadi wakil presiden. Namanya wakil tentu peran yang diemban kurang maksimal dan akan lebih banyak mengekor pada kebijakan yang diambil oleh presiden. Sementara saat prabowo menjadi presiden, maka semua bakat dan kemampuannya memimpin akan bisa dituangkan dengan bebas tanpa ada faktor pengekang yang menghambat ide dahsyat yang beliau memiliki. Alasan prabowo subiyanto dianggap sebagai calon presiden terbaik Indonesia pada tahun 2014 - 2019 adalah sebagai berikut :

Pertama, anda bisa melihat postur tubuhnya dan aura muka yang dimiliki oleh beliau baik itu melalui foto ataupun lewat pertemuan langsung jika anda punya kesempatan untuk bertemu dengannya. Beliau adalah sosok yang sangat memenuhi syarat dengan tampang leadership masa depan. Selain itu kalau dilihat dari keindahan fisik dan muka, pak prabowo subiyanto juga punya daya tarik sendiri, karena Tuhan memberikan karunia muka yang ganteng dan postur tubuh yang cukup tinggi. Meski muka kadang menipu, tapi hingga kini Bapak Prabowo Subiyanto belum pernah menjadi penipu di negeri ini yang membawa kesengsaraan pada bangsa Indonesia.

Kedua, Calon presiden terbaik Indonesia adalah yang telah memiliki bekal pengalaman memimpin orang lain dan mempunyai prestasi mengagumkan. Hal ini juga terdapat dalam diri Bapak Prabowo Subiyanto. Kita pasti tahu bahwa hingga kini belum ada pola kepemimpinan yang lebih teratur bila dibandingkan dengan yang ada pada angkatan bersenjata. Sementara prabowo adalah salah satu kader terbaik bangsa yang pernah mengenyam pendidikan dan penempaan kepemimpinan dengan segudang pengalaman yang tidak dimiliki oleh orang lain. Prabowo subiyanto sudah terlatih untuk memimpin dan pernah menjabat sebagai pemimpin prestizius pada komando pasukan khusus IOndonesia.

Sebenarnya masdih sangat banyak alasan menngapa calon presiden terbaik Indonesia layak dianugerahkan kepada Bapak Prabowo Subiyanto. Beliau adalah calon presiden terbaik Indonesia yang relatif lebih muda dibandingkan dengan yang lain. Kita pun membutuhkan pemimpin bangsa yang bisa segera membebaskan rakyat dari derita secepatnya. Tak perlu terlalu banyak pertimbangan ini dan itu yang hanya menjadi alasan politik untuk menunda terciptanya kemakmuran bangsa. Kita membutuhkan pemimpin yang masih muda, yang mau bergerak cepat dan tidak terlalu banyak alasan.

Pembaca bisa membaca sejarah kesuksesan Umar bin Abdul Aziz R.a yang mampu menciptakan kemakmuran dalam waktu hanya 2 tahun. Saat itu kondisi pemerintahan sebelumnya justeru lebih parah dari yang terjadi di negeri ini, tapi dengan tekad luar biasa, sejarah mencatat jika beliau mampu merubah negeri yang kocar kacir menjadi penuh dengan kemakmuran dan kesejahteraan dalam waktu singkat. Ya... salah satu faktornya adalah karena usia beliau saat memegang tampuk kepemimpinan masih muda dan punya sandaran tertinggi pada Alloh SWT. Kini kita puinh saatnya menunjukkan sikap bijak dan memilih calon presiden terbaik Indonesia yang berusia muda demi kemakmuran bangsa dan negara

Coklat di Taman Kota


Sore itu di taman kota, Dimas dan Rani sedang berjalan pulang dari lelahnya mengadu nasib di tengah keramaian kota. Rani yang usianya baru lima tahun tampak lesu layaknya kain basah yang menjuntai, digendong oleh seorang anak laki-laki. Seorang anak laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari Rani. Entah siapa Dimas ini, yang jelas ia bukan kakak kandungnya.
Di tengah perjalanan, Rani melihat seorang pemuda yang sedang memakan cokelat. Pemuda yang yang duduk di bangku taman itu terlihat begitu menikmati cokelatnya.
“Kak, cokelat rasanya apa?” kata Rani.“Cokelat itu rasanya manis, tapi bisa bikin gigi kita jadi sakit”, jawab Dimas mencoba menakut-nakuti Rani.
“tapi Kak, Rani mau cokelat”, kata Rani.
“iya nanti kakak beliin coklat buat Rani”, kata Dimas dengan wajah kesal.
“Kak, Rani mau coklat yang itu”, kata rani sambil menunjuk cokelat yang sedang dimakan oleh pemuda itu.
“Rani, dengerin. Itu cokelat orang lain. Kita gak boleh minta-minta selagi kita masih bisa mencari uang untuk membelinya” kata Dimas mencoba menasehati Rani.
Rani merengek-rengek ingin cokelat yang sedang dimakan oleh pemuda itu. Yah, memang cokelat yang sedang dimakan oleh pemuda itu bukan cokelat yang biasa ada di warung-warung pinggir jalan. Pantas saja jika membuat ngiler orang-orang yang melihatnya.
Dimas berusaha mengalihkan perhatian Rani. Tak kuat mendengar rengekan Rani, akhirnya Dimas menurunkan Rani dari gendongannya. Ia dudukkan Rani di bangku taman dekat pemuda itu duduk. Dimas mencoba menenangkan tangisan Rani.
“Sudah ya, jangan nangis lagi. Rani tunggu di sini, kakak mau beliin cokelat itu buat Rani”, kata Dimas sambil memberikan gitar kecilnya yang dipegangnya kepada Rani.
Dengan sedikit resah Dimas meninggalkan Rani. Ia berjalan menuju supermarket dekat taman. Sambil berjalan, ia mengeluarkan bungkus permen yang isinya uang receh hasil mengamen hari ini. Sungguh teriris hatinya ketika melihat semua uang recehnya. Tak cukup rasanya uang yang ia miliki jika harus ditukarkan dengan sebatang cokelat itu.
Ia berdiri di samping pintu kaca supermarket itu. Cukup lama dia berdiri di sana. Hingga ia melihat seorang ibu yang sedang kerepotan membawa barang belanjaannya.
“Boleh saya bantu bawa, Bu?” kata Dimas.
“Oh iya nak tolong bawakan ini ke mobil ibu yang di sana”, jawab ibu tersebut sambil menunjuk mobilnya.
Dimas sangat bersemangat membantu ibu itu. Namun saat hendak mengangkat belanjaan ibu tersebut, ia melihat sebatang cokelat yang dibungkus oleh kemasan yang sama dengan cokelat yang dimakan oleh pemuda tadi. Ia pun teringat lagi pada Rani.
“… tapi Bu, saya harus…”, kata Dimas terputus-putus.
“Ayo nak cepat, tolong bawa ke sini”, kata ibu tersebut dari dekat mobil.
Dimas pun membawa belanjaan itu menuju mobil ibu tersebut. Setelah semua barang belanjaan dimasukan ke dalam mobil, ibu tersebut mengeluarkan uang receh untuk upah Dimas. Namun, Dimas tidak langsung menerimanya. Ia malah ikut-ikutan mengeluarkan uang receh dari dalam bungkus permennya.
“Bu, saya tidak mau uang ibu. Boleh tidak saya minta cokelat yang ada di kantong belanjaan yang tadi saya bawa?” kata Dimas dengan memelas.
Ibu tersebut tersenyum dan mengambil cokelat itu dari kantong belanjaannya.
“Ini cokelatnya, tapi ingat selagi kamu bisa berusaha untuk mendapatkannya jangan kamu minta-minta ya. Dan satu lagi, ini tolong terima uang dari ibu, karena sedikit apapun pekerjaan seseorang tetap harus dibayar. Kamu paham, Nak?” kata ibu tersebut.
“i..iya Bu. Terima kasih” jawab Dimas.
Betapa malunya Dimas mendengar perkataan ibu itu. Kata-kata yang ia ucapkan pada Rani barusan, ternyata ia mendengarnya kembali dari ibu tersebut. Ya, mungkin cara yang Dimas lakukan itu salah. Tapi apalah daya, uangnya tidak akan cukup untuk mendapatkan cokelat itu. Meski ia harus berbohong pada Rani.
Cokelat yang diinginkan Rani, kini telah ada di tangan Dimas. Ia bergegas menghampiri Rani.
Setibanya di taman, alangkah kagetnya Dimas, apa yang ia lihat bukanlah yang ia inginkan. Rani yang sedang duduk merengek-rengek di bangku taman, kini ia tersenyum ceria dengan wajah yang belepotan oleh cokelat. Terdengar dari jauh Rani berteriak.
“kak Dimas, cokelatnya enak, rasa stroberi loh. Aku…” teriakan Rani menjadi pelan dan terputus-putus karena yang ia lihat adalah wajah kemarahan Dimas yang mulai menghampirinya, “… mau lagi”, sambung Rani.
Sesekali pandangan Dimas pada pemuda yang duduk di taman. Ia melihat pemuda itu tidak memegang cokelat lagi. Yang ada hanya bungkusnya tergeletak di bawah bangku yang sedang Rani duduki.
“Heuh… Rani kamu dengerin kakak gak sih, sudah kakak bilang jangan meminta-minta. Apalagi meminta makanan yang sedang dimakan orang lain”, kata Dimas dengan marahnya.
Rani menangis mendengar kata-kata itu. Dimas pun ikut menangis sambil membersihkan wajah Rani.
“Rani, maafin kakak. Kakak memang tidak sanggup memberikan kamu cokelat itu. Tapi kakak pasti bisa untuk mencari uang lagi supaya dapat membelinya” kata Dimas dengan suara yang rendah.
Rani tak dapat bekata-kata. Air matanya membasahi baju Dimas yang sedang digunakan untuk membersihkan cokelat di wajahnya. Sebenarnya Rani ingin mengatakan sesuatu pada Dimas. Namun ia takut Dimas marah lagi.
“Sudah jangan nangis lagi. Ini kakak bawain cokelat yang Rani mau” kata Dimas masih dengan suara yang rendah.
Rani pun diam dan menerima cokelat yang dibawa oleh Dimas. Dimas membuka bungkus cokelatnya dan menyuapi Rani dengan hati-hati agar tidak belepotan. Rani tersenyum.
“Kak, cobain makan cokelatnya, enak loh”, kata Rani sambil mendekatkan potongan cokelatnya ke wajah Dimas.
Dimas pun ikut memakan cokelat itu.
“Iya enak. Udah ah, kakak gak terlalu suka cokelat. Ini buat Rani aja” kata Dimas.
Inilah salah satu kebohongan yang selalu dilontarkan oleh orang yang menyayangi kita. Dimas pun demikian. Dalam hatinya, Dimas juga ingin memakan cokelat itu. Sambil menunggu Rani menghabiskan cokelatnya, Dimas membuka kembali uang recehnya di dalam bungkus permen. Dihitungnya satu persatu dengan tambahkan uang yang diberikan ibu tadi.
“Kak, kok uangnya masih banyak. Kakak beli cokelat ini pake apa?” kata Rani.
Dimas kembali merasa malu. Berat bagi Dimas untuk mengakuinya kalau ternyata cokelat itu hasil minta dari ibu tadi.
“Udah jangan banyak tanya. Ayo habiskan. Jangan lupa sampahnya dibuang ke tong sampah”, jawab Dimas.
“iya, Kak”, kata Rani.
Cokelat pun habis dan Rani harus membuangnya ke tong sampah yang berada di dekat bangku tempat duduk pemuda itu. Rani terdiam di depan tong sampah itu dan tidak langsung membuang bungkus cokelat yang ada di tangannya. Rupanya ia tidak lagi melihat sisa cokelat yang sebelumnya ada dalam tong sampah itu.
“Maaf kak, coklat yang aku makan itu dari tong sampah ini”, ucapnya dalam hati.
Rani pun kembali ke bangku tempat ia duduk dan mengambil bungkus cokelat yang ada di bawah bangku itu dan kini Rani membawa dua bungkus cokelat untuk dibuang ke tong sampah tersebut.
“Rani, ayo pulang,” ajak Dimas
.

50 FIRST DATES ~ KETIKA CINTA DIUJI INGATAN


Apa jadinya jika kalian mencintai seseorang tapi dia lupa padamu setiap hari? Setelah bertemu dia akan lupa semua yang terjadi hari ini, jadi ketika kalian bertemu dengannya esok hari dia tak akan mengenalimu lagi. Begitu seterusnya. Apa kalian akan meninggalkannya?
Film “50 FIRST DATES” menjawab semua itu. Film ini menceritakan sosok Henry Roth (Adam Sandler) yang jatuh cinta pada Lucy Withmore (Drew Barrymore). Lucy adalah penderita Goldfield Syndrome. Bentuk amnesia anterograde fiktif di mana peristiwa yang terjadi hari itu akan menghilang dari ingatannya setiap malam. Pertemuan Henry dan Lucy terjadi di Cafe milik Sue, sahabat ibu Lucy. Henry bekerja sebagai dokter hewan di sebuah akuarium binatang-binatang laut, dimana setiap hari dia bergelut dengan singa laut, hiu maupun pinguin. Pertama kali bertemu, Henry merasa tertarik dengan Lucy. Tapi, Lucy tak menyadarinya. Ketika kesempatan berbicara itu ada, Henry mengobrol dengan Lucy dan mereka berjanji akan sarapan kembali besok. Keesokan harinya Henry datang ke Cafe milik Sue, tapi Lucy tak mengenalinya dan memintanya pergi. Henry berusaha mendekatinya, tapi tangannya segra ditarik Sue. Sue menceritakan kepada Henry bahwa Lucy punya masalah dengan ingatannya. Hal itu disebabkan kecelakaan yang dialami Lucy setahun yang lalu. Sejak saat itu dia selalu menganggap semua hari sama dan mengerjakan kegiatan yang sama setiap harinya. Pergi ke Cafe, sarapan, merayakan ulang tahun ayahnya, Marlin. Ya, Lucy selalu menganggap setiap hari adalah ulang tahun Marlin.
Henry bertekad membantu ingatan Lucy. Tapi Marlin dan Doug (saudara laki-laki Lucy) tak membiarkan Henry mendekati Lucy begitu saja. Henry pun mulai memberikan perhatian pada Lucy melalui cara-cara unik, lucu bahkan konyol. Mulai dari menyetop mobil Lucy, pura-pura minta tolong sampai pura-pura dihajar. Sungguh mengocok perut. Hingga suatu hari Henry mencoba membuat sebuah video bagaiamana mereka bertemu setiap hari agar Lucy mengingatnya. Puncaknya, Lucy mulai menyadari dirinya dibohongi ayah dan adiknya setiap hari katika mobil yang dia gunakan ditilang polisi karena masa berlaku platnya sudah berakhir namun Lucy tetap berkeyakinan itu belum berakhir hingga tahun berikutnya.
Akhirnya Marlin dan Doug mengajak Lucy ke Institut rehabilitasi gangguan otak untuk menemui Dr. Keats. Henry tetap tak mengendurkan perhatiannya. Dia mengajak Lucy berkencan setiap hari. Tapi Lucy tetap saja lupa, bahkan hingga ciuman ke 23 mereka Lucy masih mengatakan itulah ciuman pertamanya dengan Henry. Henry mengatakan pada Marlin bahwa ia punya rencana akan berlayar ke kutub utara untuk melakukan penelitian terhadap singa laut disana. Lucy yang mendengarnya tak terasa meneteskan air mata. Ia menyadari bahwa dirinya kni telah jatuh cinta pada Henry. Tapi Lucy tak ingin mencegah keinginan Henry. Lucy pun menemui Henry dan memintanya untuk melupakan semua kenangan-kenangan antara mereka berdua.
Tiba hari keberangkatan Henry, Marlin dan Doug mengatakan menemui Henry dan mengatakan padanya bahwa Lucy sekarang tinggal di Institut dan menjadi guru seni di sana. Henry berlari menemui Lucy. Lucy kembali tak mengenalinya. Akan tetapi Lucy menunjukkan semua lukisan-lukisan karyanya kepada Henry. Lukisan itu bergambar wajah Henry. Semuanya!!! Lucy mengatakan bahwa dia setiap malam memimpikan Henry. Mereka menikah, tapi Lucy tetap tak menyadarinya. Setiap pagi Lucy selalu menonton video tentang tragedi kecelakaannya, video pernikahannya dengan Henry. Henry pun bisa mewujudkan impiannya berlayar ke kutub utara bersama Lucy dan putri mereka ditemani Marlin.

Menerapkan Budaya Membaca


Dengan membaca kita akan mendapat banyak pengetahuan yang tidak pernah di dapat sebelumnya. Selain itu membaca bias memperluas wawasan di berbagai aspek kehidupan, misalnya di dunia IPTEK. Dan bisa menambah kreatifitas, dan segala yang yang bermanfaat. Dengan kata lain, membaca membuat pencerahan bagi masyarakat suatu bangsa. Kita tahu bahwa negara kita  menduduki peringkat yang rendah dalam hal sumber daya manusia diantara Negara-negara lain.  Salah satu sebabnya adalah kebiasaan membaca yang belum membudaya pada masyarakat kita.  Belum terbiasa bagi masyarakat kita untuk mentradisikan membaca. 
Sekarang sudah zaman dimana fasilitas-fasilitas yang ada sudah canggih. Semuanya serba teknologi, semuanya serba praktis, dan semuanya serba otomatis. Tapi dibalik itu semua ada sisi negatif. Anak-anak lebih cepat mengerti teknologi di banding orang dewasa maupun orangtua. Dari situlah muncul golongan pembaca buku yang tidak aktif. Orang-orang lebih senang dengan teknologi yang otomatis, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orangtua, semua terlibat didalamnya. Tetapi teknologi tidak selamanya negatif adakalanya teknologi bisa positif tergantung penggunanya.
Dalam hal ini peran Orang tua sangat penting dalam memotivasi mereka dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan kegiatan membaca.seperti orang tua menyuruh anaknya membaca 1 hari minimal 30 menit. Karena pada saat itulah anak akan terbiasa membaca. Karena sudah terbiasa sejak dini untuk membaca.
Kedua Peran guru di sekolah adalah ujung tombak untuk menciptakan budaya baca dalam diri siswa. Banyak hal bisa dicoba dan diterapkan untuk menumbuhkan budaya tersebut. Seperti halnya mengajak peserta didik untuk membaca dan menelaah buku-buku yang menarik di perpustakaan. Atau dengan memberikan tugas yang sumbernya harus dicari di perpustakaan. Guru dan petugas perpustakaan sebaiknya juga mengajarkan peserta didik bagaimana menggunakan perpustakaan, mengenal, mencari, mengumpulkan, mengorganisasikan informasi, dan menyajikan presentasi yang dibutuhkan.
Ternyata demikian penting dan bermanfaat membaca itu. Seseorang yang gemar membaca berarti ia mengembangkan potensi intelektualnya dan memajukan bangsanya, langsung atau tidak langsung.
Jadi budayakanlah membaca.

- See more at: http://muhammadsholihin8.blogspot.com/2013/11/menerapkan-budaya-membaca-di-zaman.html#sthash.v5RJ58RS.dpuf
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXVXLBKXufg_ESfumzn7Cxb65R8T0Xwxl1xGVm5HwQjLyOhDgSPspk58A_tjD-I9vmH9OsP5j_-rU62fhjocfLgJ9iXdlHszDBn0LCpvr9pMjULyxNXydsTPlxZ9OXOVVcKE1NITZFTrGQ/s800/dance_flow.png